Agar Tetap Sehat Setelah Lebaran, Perhatikan Ini

tips kesehatan waktu lebaran
Lebaran selain identik dengan silaturahmi juga selalu diramaikan dengan makanan yang berlimpah. Mulai dari makanan berat sampai dengan aneka cemilan dan hidangan pencuci mulut lainnya. Baik makanan yang disediakan di rumah maupun yang dijamu oleh saudara atau kerabat yang dikunjungi. idak sedikit makanan yang dihidangkan adalah makanan yang langka dan menggoda untuk dicicipi.Padahal perut sudah penuh namun lapar mata membuat kita tergoda untuk mencicipi, meskipun sudah kenyang. Akibat makan yang berlebih ini, perut yang sudah mengalami detoksifikasi jadi rentan terserang gangguan seperti pencernaan sampai kadar gula atau kolestrol yang melonjak.

Agar kondisi tubuh yang sudah terkendali dengan baik sebulan sebelumnya, kita memang harus bisa memperhitungkan ke mana saja kita akan berkunjung dan sebanyak apa asupan makanan yang akan diterima. Sebisa mungkin mengambil sendiri makanan, jangan terlalu banyak. Cukup sekedar mencicip saja, karena tidak menutup kemungkinan akan makan lagi di tempat lain. Jadi, jangan biarkan perut kita cepat penuh setelah berkunjung ke satu tempat. Pilihlah makanan yang benar-benar diinginkan. Bila tidak ada, sebiknya dilewat saja..

Meskipun terlihat enak dan termasuk makanan yang langka, sebenarnya kita masih bisa mencicipinya di lain waktu, karenanya jangan sampai makanan yang dihidangkan membuat kita kalap dan melupakan batas normal perut untuk menampung.  Terlalu banyak makanan akan mengundang resiko obesitas dan hiperkolesterol dalam waktu mendadak.

Bila sebagian orang mengalami penurunan berat badan, maka ada sebagian orang yang setelah Ramadan justru mengalami kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan adanya perubahan pola makan yang terjadi. Mereka yang mengalami kenaikan berat badan saat berpuasa bisa jadi disebabkan karena setelah makan pada malam hari tidak melakukan banyak aktivitas, sehingga makanan yang dikonsumsi tidak terbakar menjadi energi.
Di sisi lain mereka yang mengalami kadar gula dan kolestrol yang turun atau berkurangnya keluhan maag bisa jadi disebabkan pola makanyang jadi lebih teratur. Pada akhirnya, pola makan yang baik saat bulan puasa ataupun sesudahnya sangat penting kita perlihara untuk kesehatan tubuh.

Sumber Kutipan: http://www.antaranews.com/

Sumber Gambar: http://news.liputan6.com

Labels: ,