Semakin
mendekati hari raya, tentunya menyebabkan kondisi lalu lintas semakin padat. Agar tidak kecele, pastikan
aktu yang t eapt untuk menghindari kemacetan. Pergi pada malam hari biasanya
jadi salah satu opsi yang dipilih banyak orang.
Selain itu, selama di perjalanan anda akan merasa lebih tenang dan
nyaman dari resiko kemacetan dibandingkan berangkat pada siang hari. Apa saja
yang arus diperhatikan agar berangkat mudik pada malam hari tetap nyaman? Simak
tips berikut ini.
Cek kondisi kendaraan
Pastikan kendaraan yang akan dipakai layak
jalan. Agar lebih meyakinkan, bawalah ke bengkel untuk memeriksa sejumlah
kondisi seperti: tekanan angin ban, lampu depan dan rem. Wiper, AC , radiator
dan klakson.
Catat nomer-nomer penting
Tulis atau
simpan dalam phone book yang sekiranya diperlukan, Misalnya saja nomor psos
jaga polisi, dinas perhubungan, layanan derek dan rumah rumah sakit terdekat. Selain
nomer-nomer tadi, anda juga bia memantau update informasi terkini dari sejumlah
radio yang menyiarkan situasi terkini
lalu lintas dan twitter TMC polisi. Mencatat nomer penting ini bisa jadi acuan
anda untuk mengantisipasi kemacetan dan
mencari alternatif lain yang relatif lancar.
Siapkan kondisi fisik.
Meski jauh
lebih santai, menyetir waktu malam Anda harus bisa menundukan rasa kantuk.
Pastikan sebelumnya anda sudah mendapatkan tidur yang cukup.. Jika terserang rasa kantuk, carilah rest area atau tempat peristirahatan lain yang aman.
Pakai baju yang nyaman.
Pilihlah pakaian
yang santai agar tidak merepotkan saat mengemudi. Gunakan alas kaki yang nyaman
agar saat mengnjak rem dan pedal tidak merepotkan.
Lampu kabut
Nyalakan
lampu kabut hanya ketika jalanan berkabut atau hujan lebat. Bilakondisi jalanan
normal, tindakan ini malah akan menganggu pengendara yang datang dari arah
berlawanan.
Klakson
Bunyikan
klakson ketika akan memasuki tikungan. Ini ditujukan selain memberi tanda lampu, juga penanda untuk
pengendara dari arah sebaliknya atau mengingatkan pejalan kaki yang hendak
menyeberang.
Melaju dengan kecepatan normal.
Melajulah
dalam kecepatan yang normal. Perhitungkan secara matang kapan akan menyalip menyalip
kendaraan di depan.
Sumber Kutipan: http://bandung.bisnis.com/
Sumber gambar: http://mobil.otomotifnet.com