Punya tunjangan hari raya alias
THR banyak tapi cepat menguap dan enggak jelas kemana habisnya? Lalu kenapa
setelah lebaran masih banyak yang nombok, ya? Padahal kita seolah dapat gaji
doble. Nah, mungkin ada yang salah dengan
manajemennua. Biasanya ang membuat uang cepat habis karena kita lapar mata dan
tidak punya skala prioritas. Coba simak tips dari Senior VicePresident, Head of Liabilities and E-ChannelsCommonwealth Bank
Indonesia, Johanes yang mengatakan THR sebenarnya tambahan pendapatan yang
diperoleh di luar gaji.
Jadi kalau gaji bulanan
kebutuhan pengeluaran bisa teratasi, THR semestinya jadi dana taktis untuk hari raya. Biasanya,
harga kebutuhan pokok meningkat 10-20 persen menjelang hari raya. Karenanya penggunaan
THR seharusnya sudah menutupi hal-hal seperti itu.
Ada baiknya menggunakan uang THR untuk
melunasi utang yang belum terbayar sangat direkomendasikan. Meskipin dengan
cara ini kita tidak bisa menikmati THR untuk belanja banyak. Di sisi lain kita jadi merasa lebih enteng
karena tidak punya beban hutang.
Selain itu, THR juga bisa dianggarkan
untuk ps lain yang bersifat wajib dan tahunan. Misalnya saja pembayaran premi
asuransi, STNK, atau PBB. THR juga bisa dipakai untuk memberi THR bagi ART, baby sitter,
atau sopir.
Selain itu yang menjadi
prioritas dari THR adalah untuk melunasi
kewajiban-kewajiban lain sebelum dibelanjakan untuk hal-hal lain. Untuk membayar zakat atau
sedekah dan berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan, juga sebenarnya bisa memakai alokasi dari THR.
Agar THR tidak habis sebelum waktunya, ada baiknya kita tidak kalap saat
berbelanja untuk keperluan hari raya. Yang wajar saja, tidak perlu berlebihan.
Selain tu untuk berbuka puasa, sebaiknya dalam nomimal yang wajar saja, jangan
terlalu boros dan memaksakan semuanya harus serba ada.
Kalau bisa, Lebaran juga tidak mesti atau wajib punya baju yang baru. Dengan
begitu, pos belanja dari uang THR bisa dihemat. Jangan habiskan THR untuk
belanja yang sebetulnya tidak perlu. Biasakan menyisihkan dana THR. Setidaknya
kita bisa menyisihkan sebanyak 20 persen untuk ditabung atau diinvestasikan
dalam bentuk lain. Dengan begitu, kita punya dana taktis pada saat kepepet.
Sumber gambar : http://www.duniaprofesional.com/
Labels: Tips