Ini Triknya Mengajak Balita Menata Rumah

Ini Triknya Mengajak Balita Menata Rumah
Punya anak balita di rumah biasanya identik dengan rumah yang berantakan. Padahal, ada lho triknya buat melibatkan mereka membereskan rumah. Mau tahu caranya, kan? Ini dia!

1.  Be Calm.
Jangan panik dan emosi saat membereskan rumah. Tetaplah ceria saat mengajak mereka bekerja sama merapikan rumah, misalnya saja mengajak mereka membereskan bekan mainan mereka yang tercecer. Berkomunikasi dengan sikap yang tetap ramah dan ceria akan lebih mudah diterima oleh mereka ketimbang marah-marah.
2.  Mulai Dari Hal Kecil
Saat mengajak mereka merapikan rumah, jangan ajak mereka mengerjakan hal-al berat. Misalnya saja merapikan bekas permainan mereka tadi. Sampaikan dengan kata-kata yang lembut. Anda bisa bilang pada mereka seperti, “ De, Mbaknya kan lagi pulang. Mau, ya, bantuin Mama? Tolong bereskan mainannya kalau sudah selesai, ya.”
3.  Buat Jadwal Harian
Bekerja membereskan rumah tanpa kehadiran ART membuat kita harus pintar membagi waktu dan jeli dalam menentukan skala prioritas. Karena itu, buatlah jadwal harian bersama putera puteri kecil anda. Misalnya saja untuk mereka yang berusia 2-4 tahun kita bisa membuat jadwal seperti: bereskan mainan, memasukkan pakaian bersih ke keranjang pakaian dan membantu menata meja makan. Jangan lupa untuk sisakan ruang pada jadwal yang dibuat untuk merekatkan stiker sebagai reward. Buatlah kesepakatan, kalau sudah terkumpul sejumlah bintang, mereka bakal mendapat hadiah atau kejutan tertentu.
4.  Melibatkan anak sesuai porsi. 
Bagikan tugas secara sederhana dan adil. Anak-anak berusia 2-4 tahun telah dapat dilibatkan dalam urusan pekerjaan rumah. Misalnya saja merapihkan kamar atau mainnya sendiri. Tanamkan mindset kalau mereka adalah dua kekuatan yangbisa membantu, bukan sebaliknya, menganggap sebagai beban.
5.  Jadilah wasit yang adil
Punya anak-anak yang masih kecil dengan jarak usia yang dekat seringkali diramaikan dengan pertengkaran kecil diantara mereka. Misalnyas aja berebut mainan, channel tv, makanan bahkan sampai saling melempar tanggung jawab tugas adalah hal yang umum kita saksikan. Saat anda turun tangan, sebenarnya bukan untuk menuding siapa yang salah dan memenangkan yang benar. Posisi orang tua di sini adalah untuk memperjelas sumber masalah dan membantu menyelesaikannya. Cairkan ketegangan dengan mengalihkan mereka melakukan kegiatan lain yang menyenangkan.
6.  Get Real.
Namanya juga anak-anak. Tentu saja kita tidak bisa berharap banyak mereka bisa memenuhi keinginan kita. Setidaknya, mereka sudah mulai mengenal dan berlatih untuk bertanggung jawab. Menerima dengan easy going apa yang sudah mereka lakukan akan membuat kita tetap santai dan tidak mudah emosi.
7.  Santai. 
Tentu saja, ada kalanya target yang ditetapkan ada yang meleset dari harapan. Seperti yang sudah disarankan sejak awal, tetap tenang dan ceria.

Sumber Kutipan : http://www.ayahbunda.co.id
Sumber Gambar: http://pondokibu.com

Labels: