Gangguan kesehatan pada tubuh manusia yang menyerang telinga, hidung, dan tenggorokan
(THT) tidak boleh kita anggap remeh. Tiga organ tubuh kita ini, merupakan jalan untuk makan serta bernapas, dengan fungsinya yang sangat vital. Salah satu penyakit berbahaya yang sering disepelekan adalah ngorok atau mendengkur. Itu bisa menjadi gejala penyakit sleep apnea syndrome (SAS).
Tanda-tandanya karena tiba-tiba sulit untuk bernapas.
Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian di karenakan adanya penyumbatan jalur pernapasan. Tandanya adalah terbangun dengan
kondisi gelagapan. Itu berarti tubuh kita mengingatkan
rendahnya kandungan oksigen pada otak. Jika sering terjadi kekurangan
oksigen di otak terus menerus. Akibatnya, dapat berhenti bernapas
saat sedang tidur. ”Bisa bablas,” .
Sleep apnea ditandai rasa kantuk dan lelah yang masih ada, walaupun jumlah tidur itu sudah banyak. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja,baik anak-anak ataupun orang dewasa. jika mendengkur ini terjadi pada anak-anak, orang tua harus waspada. Segera konsultasikan ke dokter THT.
Pada kasus sleep apnea anak. Keluhan awalnya susah
menelan dan gampang muntah. Adapun gejala lain seperti sakit pilek, namun tidak
kunjung sembuh.
penyakit mendengkur pada anak biasanya disebabkan oleh
amandel yang membuntu jalan pernapas. amandel ini pada umur
0–6 tahun memang wajar. Kegunaannya sebagai pertahanan tubuh. Seiring
pertumbuhan, seharusnya amandel ini hilang. Namun, ada juga terus
membesar. Akibatnya, bisa terjadi tonsilitis kronis. Yakni, penyumbatan
jalan napas yang sangat berbahaya.
Adapun saat ini teknik baru operasi untuk mengatasi ngorok.
Yakni, memotong uvula. yang merupakan tonjolan menggantung pada
langit-langit lunak di atap mulut. Jika mendengkur karena amandel,
bagian tersebut dapat dijahit dengan teknik tertentu atau diambil
keseluruhannya.
sumber gambar : flickrhivemind.net