Sebuah
tayangan sinetron yang berjudul "Preman Pensiun" merupakan suatu tayangan yang
tidak lebay didunia sinetron. Hal inilah yang mungkin sangat diminati oleh
kalangan masyarakat. Kehadiran kelanjutan tentang sinetron ini masih
ditunggu-tunggu kedatangannya untuk disaksikan. Akan tetapi, ringkasan cerita
sebelumnya ini mungkin dapat mengobati rasa dahaga anda dalam mengikuti cerita
sinetron ini. Juga membantu anda untuk menunggu cerita selanjutnya di sinetron "Preman Pensiun 2"
Dalam serial film
sinetron "Preman Pensiun 1", telah menceritakan seorang yang bernama Kang Bahar. Kang Bahar sendiri merupakan seorang pemimpin di dalam sekelompok preman, di mana
pemimpin ini telah menguasai daerah pasar, jalanan serta terminal. Dalam cerita
ini sendiri setelah seorang istrinya
meninggal. Sosok yang disebut Kang Bahar menyatakan dirinya berhenti menjadi seorang preman.
Namun ucapan tersebut
hanya dilakukan kepada seorang kepercayaan tangan kanannya, alasan mengapa
seorang Kang Bahar menyatakan berhenti, itu dikarenakan istrinya berkata
sebelum meninggal,dia berkata akan menunggu kang bahar di surga. Hmmm...., memang sangat menarik
cerita ini untuk di ikuti, dalam cerita ini seorang Kang Bahar berpikir tentang
ucapan istrinya sebelum meninggal, Kang Bahar pun mengambil kesimpulan bahwa jika dia terus menjadi sosok seorang
preman, tidak mungkin apa yang disampaikan istrinya dapat ia jumpai disurga
jika ia masih menjadi seorang preman.
Akan tetapi keputusan
yang diambil Kang Bahar ini tidak di terima oleh seorang Muslihat. Dikarenakan,
jika sosok seorang Kang Bahar telah pensiun, ini akan menimbulkan suatu
hancurnya kemapanan di dalam kekuasaan mereka, dikarenakan kelompok kecil-kecil
yang berada di bawah kekuasaan mereka
akan berdiri sendiri serta akan tercerai berai. Di dalam ilmu bisnis menurut
muslihat ini sangat merugikan, ini akan merugikan muslihat sebagai tangan kanan,
yang muslihat sendiri tidak memiliki sebuah kelompok dalam hal ini. Pensiunnya seorang
kang bahar yang tidak diketahui oleh yang lain, telah dimanfaatkan oleh seorang
muslihat. Kekuasaan serta jatah diambil alih dan sampai akhirnya kedok dari
semua ini terbongkar dan pada akhirnya
menimbulkan sebuah konflik. Dari tragedi ini, para kelompok kecil yang dipimpin
seperti Jamal preman terminal, Komar seorang preman pasar serta Herman seorang
jalanan ikut berebut di dalam mendapatkan kekuasaan, akan tetapi cerita ini akan
dilanjutkan dalam cerita preman dua yang masih tergantung. Kita akan
menunggu kejutaan apalagi dalam "Preman Pensiun 2" ini yang belum hadir saat ini.