Jika saat ini anda melihat di sudut jalanan
banyak terdapat lampu tanda lalu lintas, mungkin saat ini anda beranggapan
bahwa hal tersebut hal yang sangat wajar dan lumrah. Dan hampir semua penduduk
di dunia untuk pengguna jalan telah mengerti peraturan rambu-rambu tersebut. Akan
tetapi di balik itu semua belum tahu makna yang terdapat di balik tiga warna
rambu tersebut.
Tentang pembahasan ini adalah tentang menurut
sejarah yang telah beredar, lampu tanda lalu lintas ini pada awalnya telah
datang dari negara inggris sejak tahun 1868, dan telah di temukan oleh seorang
yang tidak banyak di kenal oleh telinga kita yang bernama J.P. Knight. Di karena
pada masa itu masih tidak banyak orang meliki mobil ataupun motor, lampu lalu
lintas lebih banyak hanya di gunakan untuk mengatur kendaraan seperti kereta
kuda di jaman tersebut. Akan tetapi sayangnya pada saat itu masih menggunakan
gas dan lagi fungsi lampu lalu lintas itu dianggap tidak efektif dikarenakan
sering mengalami ledakan yang mengakibatkan rambu tersebut menjad tidak efesien
dan populer. Dan hingga pada akhirnya ketika sudah mengalami kemajuan jaman,
munculah versi terbaru dengan menggunakan sebuah tenaga listrik pada tahun
1914.
Anehnya, dengan perubahan jaman modern saat ini. dengan banyak sekali berbagai model jenis untuk lampu lalu lintas kota, akan tetapi untuk
bentuk warna yang digunakan tetap sama dengan urutan yang sama pula seperti
merah, kuning dan hijau di manapun anda telah jumpai.
Demikianlah sejarah tentang sistem pengendalian rambu
lalu lintas yang sering kita jumpai di berbagai sudut kota saat ini, selain itu,
saat ini rambu tersebut di katakan baik jika rambu-rambu tersebut dapat
terpasang dan dapat kita taati sebagai mana mestinya. Hal ini sangatlah berguna di
dalam menyesuaikan dengan berbagai kemacetan serta kepadatan yang
terjadi. Namun ada yang menarik untuk kita simak mengenai rambu lalu lintas di
jaman modern saat ini, kita sudah sudah menggunakan sistem baru di dalam mengatur
kepadatan lalu lintas, yang saat ini di kenal dengan sebutan logika fuzzy. Yang
dimana metode saat ini dapat menentukan lamanya sebuah lampu lalu lintas yang dapat
menyala di sesuaikan dengan banyaknya volume kendaraan yang sedang berjalan di
setiap persimpangan.